Tiba-tiba ia
menengok kalender. Ya, ia baru ingat, tanggal bulan ini satu tahun yang lalu adalah hari
yang bersejarah baginya. Pagi itu, ia diantar dua teman dan adik laki-lakinya,
bertolak menuju Berbah, Sleman. Rombongan saudara dan tetangga-tetangga
dekatnya menyusul di belakang. Jarak Wates-Berbah sekitar satu jam. Hari itu ia
akan menikahi perempuan yang dicintainya. Perempuan yang ia anggap paling
cantik dan paling cocok dengan dirinya. Perempuan yang telah dipacarinya satu
tahun belakangan.
Begitulah, semua
mengalir lancar, seperti memang seharusnya begitu. Ijab kabul berjalan khidmat.
Semua senang, semua berbahagia. Ia yang dulu, bahkan tidak menyangka bisa
sampai ke tahap itu, benar-benar merasa takjub. Dan seterusnya kemudian, dengan
konsep kesederhanaan namun penuh kehangatan seperti yang mereka inginkan sejak
pacaran dahulu, tak terasa rumah tangga mereka telah berjalan satu tahun.
Lelaki itu
tersenyum, betapa waktu satu tahun seperti baru sekejap saja. Ia telah
mengarungi bahtera rumah tangga tanpa kendala yang berarti. Hari-harinya selalu
bergairah dan penuh semangat. Baginya, keluarga adalah nomor satu. Tiada yang
lebih berharga selain selalu bisa berkumpul dengan istrinya setiap waktu. Senyumnya makin menyungging, manakala ia ingat bahwa sebentar
lagi keluarga kecilnya makin bertambah hangat dengan kehadiran seorang anak.
Demikianlah, mengingat
satu tahun ke belakang, lelaki itu dengan penuh senyum mengucap syukur tiada henti
kepada Yang Maha Kuasa, betapa ia telah dikarunia nikmat dan kebahagiaan yang
luar biasa sampai hari ini.
wates, 11.15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar