Minggu, 16 Juni 2013

SATU TAHUN PERJALANAN

Tiba-tiba ia menengok kalender. Ya, ia baru ingat, tanggal bulan ini satu tahun yang lalu adalah hari yang bersejarah baginya. Pagi itu, ia diantar dua teman dan adik laki-lakinya, bertolak menuju Berbah, Sleman. Rombongan saudara dan tetangga-tetangga dekatnya menyusul di belakang. Jarak Wates-Berbah sekitar satu jam. Hari itu ia akan menikahi perempuan yang dicintainya. Perempuan yang ia anggap paling cantik dan paling cocok dengan dirinya. Perempuan yang telah dipacarinya satu tahun belakangan.

Begitulah, semua mengalir lancar, seperti memang seharusnya begitu. Ijab kabul berjalan khidmat. Semua senang, semua berbahagia. Ia yang dulu, bahkan tidak menyangka bisa sampai ke tahap itu, benar-benar merasa takjub. Dan seterusnya kemudian, dengan konsep kesederhanaan namun penuh kehangatan seperti yang mereka inginkan sejak pacaran dahulu, tak terasa rumah tangga mereka telah berjalan satu tahun.

Lelaki itu tersenyum, betapa waktu satu tahun seperti baru sekejap saja. Ia telah mengarungi bahtera rumah tangga tanpa kendala yang berarti. Hari-harinya selalu bergairah dan penuh semangat. Baginya, keluarga adalah nomor satu. Tiada yang lebih berharga selain selalu bisa berkumpul dengan istrinya setiap waktu. Senyumnya makin menyungging, manakala ia ingat bahwa sebentar lagi keluarga kecilnya makin bertambah hangat dengan kehadiran seorang anak.


Demikianlah, mengingat satu tahun ke belakang, lelaki itu dengan penuh senyum mengucap syukur tiada henti kepada Yang Maha Kuasa, betapa ia telah dikarunia nikmat dan kebahagiaan yang luar biasa sampai hari ini.

wates, 11.15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar