Ia ingin menulis lagi.
Sudah lama ia tak berproses kreatif, entah itu menulis cerpen atau pusi, atau
sekedar celotehan-celotehan belaka di blog, atau catatan-catatan kecil seperti
dulu. Selama kurun kemandegan itu, ia
mengalami perubahan hidup yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia
mendapatkan pekerjaan yang bagus, kenal
banyak orang baru, dan tentu saja peningkatan yang luar biasa dalam hidupnya, bahwasanya ia berani meminang perempuan yang disukainya, yang kini sudah hampir
setahun menjadi istrinya.
Kini, ia mulai berpikir,
kebutuhan-kebutuhannya di masa datang tentulah akan meningkat. Sebagai kepala
keluarga ia bertanggungjawab penuh atas penghidupan dan kesejahteraan istri dan
anak-anaknya. Ia mulai mereka-reka biaya hidupnya kelak. Hari ini --- meminjam
istilah pakar-pakar motivasi--- ia seperti berada dalam zona nyaman. Mungkin itu yang membuat otaknya tidak
kreatif lagi. Tetapi nanti, kalau ia tidak berhati-hati, mulai prihatin dan
merancang keuangan dari sekarang, bisa jadi masa-masa suram akan datang kembali
padanya. Bahkan akan lebih berat lagi, karena tanggungjawab di pundaknyapun
semakin bertambah.
Lelaki itu berada dalam
kegalauan. Sampai ia kemudian teringat kembali tentang kegemarannya menulis.
Ya, kegemaran yang mulai dilupakannya. Kegemaran yang memberinya receh demi
receh di masa lalu. Ia seperti menemukan pemecahan atas kegaulauan hatinya. Ia
akan menulis lagi, karena ia memang tak punya keahlian lain. Dia berharap,
nanti akan ada satu dua tulisannya yang nangkring di koran atau media apapun
namanya. Walau ia sadar, tulisan yang baik apalagi yang bernilai sastra seperti
yang banyak ia tulis selama ini, harus datang dari hati, bukan dari keinginan
meraih materi. Tetapi setidaknya, dengan pemacu itu motivasi menulisnya kembali
tumbuh. Ia cuma harus mengatur ruang dan waktu, agar tak mengganggu pekerjaan
pokoknya, dan tentu yang lebih penting, ia harus pandai-pandai mengatur
staminanya.
Dan, akhirnya ia berdoa
dan berserah diri kepada Tuhan. Semoga ia diberi yang terbaik atas semua ikhtiarnya
itu.
kepek, 02.00 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar