Pagi ini kami datang terlambat. Pantai Bugel sudah ramai dipadati pengunjung. Mungkin sejak selepas Subuh tadi mereka datang, umumnya adalah keluarga yang membawa serta anak-anak. Konon, udara pagi di pantai memang bagus untuk pernafasan.
Pantai ini memang menjadi alternatif lain
menikmati wisata laut Pantai Selatan di Kabupaten Kulonprogo. Walau belum dikelola secara matang, seperti
pantai-pantai lainnya, tetapi Pantai Bugel mempunyai daya tarik tersendiri bagi
para wisatawan. Selain suasananya yang masih alami, lokasinya yang gampang
dijangkau dari pusat kota kabupaten maupun jalur-jalur utama lain menjadi nilai
tambah pula. Paling gampang, wisatawan dari arah timur (Yogyakarta) ataupun
arah barat (Purworejo dan kota-kota lainnya di Jateng bagian barat) bisa
menempuh jalur utama jalan provinsi. Begitu tiba di pusat Kota Wates (perlimaan
jalan atau terkenal dengan nama proliman—yang ada Patung Nyi Ageng Serang-nya)
belok ke arah selatan, lurus terus sekitar 7 km, sudah sampai ke tempat ini.
Dan untuk masuk ke Pantai Bugel, Anda hanya membayar uang parkir sebesar Rp3.000,00.
Tanpa ada retribusi lainnya lagi. Lumayan murah bukan?
Demikianlah, objek wisata ini hanya
dikelola oleh kelompok masyarakat semacam
pokdarwis di daerah tersebut. Dinas Pariwisata setempat, sepertinya belum
begitu berminat menjamah pantai ini, entah apa sebabnya. Tetapi yang jelas,
untuk fasilitas utama di objek wisata seperti toilet dan tempat kuliner sudah
cukup memadai. Apalagi kalau Hari Minggu seperti sekarang, banyak pedagang yang mangkal. Bahkan tidak hanya penjual
makanan, penjual cinderamata dan pernak-pernik juga ada. Di pantai ini juga terdapat
tempat pelelangan ikan, meskipun tidak setiap hari buka. Kapal-kapal nelayan
pun banyak tertambat disini. Nelayan dan para pemancing turut memeriahkan
suasana khas pantai.
Udara pagi ini lumayan cerah. Dan setelah saya tengok, bentuk bibir pantai yang selalu berubah-ubah, mengikuti gerusan ombak pantai selatan, saat ini dalam kondisi bagus. Tidak curam dan membahayakan. Ombak juga tidak terlalu besar. Mungkin ini yang membuat pagi ini begitu padat pengunjung.
Ah, ternyata ada lagi. Setelah beberapa
saat saya berada di tempat ini, baru saya sadar, begitu mudahnya para pemancing
atau pemasang jaring mendapatkan ikan. Perahu-perahu nelayan yang merapat ke
darat pun mendapat hasil tangkapan yang bagus. Ikan cakalang, tongkol, dan lain
sebagainya seperti berloncatan di atas perahu mereka. Dan para pemancing atau
penjaring itu, begitu gampangnya mendapatkan ikan-ikan kecil seperti ikan tombol dan semacamnya. Mungkin ini sedang
dalam fase musim bagus bagi para nelayan. Saya tak tahu sebabnya, tetapi
ikan-ikan itu seperti berlomba-lomba mendekati daratan. Anak-anak kecil pun tak
mau kalah, sepert berlomba melempar mata pancing ke laut.
Pagi
perlahan namun pasti terus merambat menuju siang. Matahari mulai naik ke atas,
panas mulai terasa. Saya, bersama anak dan istri meninggalkan Pantai Bugel
dengan rasa puas. Tak lupa juga kami menenteng ikan hasil tangkapan para
nelayan dengan harga beli yang lebih murah….
kpk, 1-12-2019





Tidak ada komentar:
Posting Komentar